Saat detikcom berkunjung, Senin (3/5/2010), ada pejelasan dari Jane soal tujuannya membuat grup ini. Jane menuliskan, ini adalah kisah nyata dirinya yang seorang tuna rungu, Jane Hadipoespito, yang merupakan anak dari seorang CEO universitas swasta terkenal.
Jane mengaku menjadi 'korban' keegoisan orang tuanya,"...yang lebih mengutamakan harta, ego, harga diri, dan nama baiknya," tulis Jane yang merupakan kreator grup Facebook 'Gerakan Peduli Alter dan Jane' seperti dikutip detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya benar-benar tidak menyangka tega-teganya seorang ibu terhadap anaknya. Saya selalu percaya, cinta ibu itu sepanjang jalan, tapi nyatanya?" kata Jane.
Bahkan Keluarga Jane melaporkan Alter ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP2907/K/X/2009/SPK Unit I tanggal 12 Oktober 2009. Alter dilaporkan atas tuduhan pasal 266 KUHP tentang pemalsuan identitas dalam akta otentik, juncto pasal 263 KUHP dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Gerakan peduli Alter dan Jane ini mendapat dukungan 257 orang. Semua memberi dukungan agar Jane bersabar dan tabah menghadapi cobaan ini.
"Mudah-mudahan Tuhan berikan kalian jalan terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ini... GBU," kata Herry Leonarta dalam wall facebook grup ini.
"Tetap tegar dan percaya bahwa Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik," imbuh Subiono Chen.
(fay/nrl)











































