"Saya selalu rindu kampus ini. Tapi apa daya tugas belum bisa membuat saya cukup lama menikmati kosmis yang menyejukkan hati ini," ujar Boediono di Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Senin (3/5/2010).
Sebelumnya, Boediono yang tercatat sebagai guru besar FE UGM itu mengungkapkan perasaan segar yang dirasakannya ketika menjejakkan kaki kembali di Kampus UGM. Dia merasa sulit mendeskripsikan suasana yang berbeda di Kampus UGM dibanding kampus lain yang pernah dia kunjungi.
"Kosmis di kampus ini memang lain dari yang lain," ujar pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, ini.
Judul kuliah umum yang hendak Boediono sampaikan mulai pukul 10.30 WIB ini cukup panjang. Yakni "Paparan dengan Orientasi Pengalaman Keilmuan Berkaitan dengan Beberapa Aspek Kehidupan Berbangsa dan Bernegara".
Seluruh petinggi UGM dan puluhan mahasiswa hadir dalam kuliah yang digelar di lantai 2 sayap utara Balai Senat Kantor Pusat UGM itu. Di antaranya adalah Rektor UGM Prof Sudjarwadi, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Majelis Wali Amanat, Majelis Guru Besar, seluruh Dekan UGM, Direktur Pasca Sarjana serta para pimpinan PTN dan PTS se-DI Yogyakarta.
"Hari ini saya akan berbicara mengenai demokrasi di Tanah Air kita. Saya membuka uraian ini dengan 3 kata kunci demokrasi, keadilan dan kemerdekaan," ujar Boediono.
Usai menjawab pertanyaan yang disampaikan peserta kuliah umum, Boediono akan santap siang bersama pimpinan UGM. Setelah itu menghadiri sidang terbuka promosi doktor Henry Soelistyobudi, salah satu deputi di Kantor Wapres.
(lh/nrl)











































