"Perbaikan itu mencakup standar pelayanan, minimal penyediaan feeder dan juga sistem ticketing," ujar Ketua Dewan Transportasi DKI Jakarta Azas Tigor Nainggolan saat dihubungi detikcom, Senin (3/5/2010).
Tigor mengatakan, sebaiknya kenaikan ditunda dahulu sebelum ada perbaikan dari sistem TransJakarta. Penyediaan feeder diperlukan, karena banyak masyarakat sebelum ke halte TransJ harus naik kendaraan lain dahulu. Seharusnya ada sejenis feeder atau mobil jemputan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya mobil jemputan atau feeder ini, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan sebelum naik TransJ. Mengenai perbaikan ticketing, tarif TransJ harus disesuaikan dengan jarak tempuh. Selama ini pengguna jarak jauh atau dekat, tarifnya sama.
"Perlu ada pembenahan sistem ticketing yang benar," jelasnya.
Menurut Tigor, pihaknya pun akan memberikan usulan mengenai standar minimum pelayanan kepada Pemprov dalam kajian kenaikan tarif TransJ.
"Nanti akan kita kasih," tegasnya.
Tigor menambahkan jika tarif akan dinaikkan kemungkinan menjadi Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 3.500. Namun sebelum dinaikkan, pelayanan harus diperbaiki dahulu.
"Kalau sudah dilakukan, kenaikan bisa Rp 5.000. Tapi jangan sekonyong-konyong dinaikkan dengan sistem sekarang ini," ungkapnya.
(gus/fay)











































