"Tidak ada kemiringan gedung dalam laporan kami," kata Kepala Pusat Litbang Permukiman Kementrian PU Anita Firmanti kepada detikcom, Senin (3/5/2010).
Anita menjelaskan, laporan PU secara umum hanya menyarankan renovasi gedung DPR. Retakan di beberapa lantai di Gedung Nusantara I DPR yang juga ruang kerja anggota DPR ini, bisa diperbaiki dengan metode injeksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah direnovasi, menurut Anita, Gedung DPR akan bisa dipergunakan seperti sedia kala. "Hasilnya masih bisa dimanfaatkan," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyampaikan, DPR mendapat laporan penelitian KemenPU pada tahun 2009 lalu, bahwa Gedung Nusantara I DPR miring 7 derajat. Selain berencana merenovasi total Gedung Nusantara I DPR, DPR juga menyiapkan anggaran awal pembangunan gedung baru sebesar Rp 250 miliar yang dimasukkan dalam APBN-P 2010 yang akan disahkan hari ini. Total biaya yang disiapkan sebesar Rp 1,8 triliun untuk tiga tahun anggaran.
Alasan pembangunan Gedung baru disampaikan Sekjen DPR Nining Indra Saleh karena kondisi gedung lama yang rusak dan kelebihan kapasitas. Gedung baru diproyeksikan khusus untuk kantor anggota DPR, sementara gedung lama akan dimanfaatkan untuk kegiatan staff ahli yang akan ditambah jumlahnya hingga 7 orang per anggota DPR.
(van/fay)











































