"Sudah disepakati akan disahkan di paripurna pukul 09.00 WIB," kata Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis kepada detikcom, Selasa (3/5/2010).
Menurut Azis, dalam rapat Sabtu pekan lalu sudah dicapai kesepakatan dengan pemerintah. Adapun beberapa fraksi yang menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), menurut Harry, sudah memberikan kesepakatan dengan catatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan APBN termasuk asumsi dasar yakni pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 5,8%, lebih tinggi dari APBN 2010 sebesar 5,5%. Inflasi meningkat menjadi 5,3% dari 5,0%. Nilai tukar rupiah yang semula diasumsikan Rp 10 ribu turun menjadi Rp 9.200. Tingkat suku bunga SBI 3 bulan tetap di angka 6,5%.
Asusmi harga rata-rata minyak mentah ditingkatkan hingga US$ 80 per barel dari harga sebelumnya dalam APBN 2010 sebesar US$ 65 per barel. Perkiraan produksi (lifting) minyak tetap 965 ribu barel per hari.
Target penerimaan dinaikkan Rp 17,58 triliun menjadi Rp 992,82 triliun. Kenaikan terbesar berasal dari penerimaan pajak dalam negeri sebesar Rp 10,45 triliun disusul penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 7,5 triliun.
Belanja negara berjumlah Rp 1.126 triliun dari APBN sebesar Rp 1047,7 triliun. Dengan demikian APBN-P 2010 mengalami defisit sebesar Rp 133,7 triliun atau 2,1 persen PDB.
(van/lrn)











































