Rama mampu menghipnotis sekitar 400 pengunjung melalui petikan harpa dalam pagelaran musik amal untuk korban gempa Haiti di Wina, Jumat (30/4/2010) lalu.
Konser amal ini diadakan oleh Diplomatic Academy Vienna bekerjasama dengan Konsul Kehormatan Haiti di Wina, dengan tema "A Night for the Children of Haiti" diselenggarakan oleh. Rama membawakan salah satu nomor andalannya "Une Chatelaine en sa tour" karya Gabriel Faure.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masyarakat Indonesia di Austria, sebelumnya telah mengenal Rama sebagai musisi muda yang sering mengharumkan nama Indonesia di forum internasional. Pemuda kelahiran Jakarta, Agustus 1985 ini telah mulai belajar piano sejak umur 6 tahun. Sejak tahun 2004, Rama mendalami harpa di Vienna Conservatory Austria, dibawah bimbingan maestro Julia Reth dan Robert Fontane.
Rama juga pernah bermain solo dalam sejumlah orkestra antara lain Jakarta Chamber Orchestra (Mozart Concerto for flute, harp and orchestra), Capela Amadeus String Chamber Orchestra & Joseph Haydn Konzertverein (Vivaldi Concerto), dan Simfonia Vienna (Saint Saens, Morceau de Concert). Pada Agustus mendatang akan tampil dalam Ginastera Concerto dengan Twillite Orchestra di Jakarta Simfonia Concert Hall.
Selain belajar musik di Austria, Rama juga bergabung dengan group tari tradisional Indonesia 'Gema Puspa Nusantara' di bawah naungan KBRI/PTRI Wina. Dengan kelompoknya ini, Rama turut memperkenalkan keindahan budaya dan tari-tarian tradisional Indonesia ke berbagai daerah di Austria. Mudah-mudahan makin banyak anak muda Indonesia yang terinspirasi oleh prestasi Rama.
(sal/fay)










































