"Provokasi dan propaganda serta kampanye negatif itu tidak ada. Saya jadi sekretaris tim pemenangan AM, jadi tahu betul. Saya juga akan mempertaruhkan kredibilitas saya, termasuk kredibilitas Ibas yang jadi tim sukses AM," kata Sekretaris Tim Sukses AM, Ramadhan Pohan kepada detikcom, Minggu (2/5/2010).
Meski mendapatkan serangan dari lawannya, tim Andi tidak akan membalas dengan cara yang buruk itu. Sebab, pesan SBY akan menjadi pegangan kuat untuk menjadikan kompetisi pada Kongres II dilakukan secara fair dan santun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pohan malah menuding tim Anas sedang panik dengan situasi yang ada sehingga melontarkan isu-isu yang tidak berdasar.
"Saya tidak tahu apa motivasinya. Mungkin lagi panik atau apa. Sebab, seluruh anggota DPRD Demokrat sudah bulat. Seluruh menteri Demokrat kukuh di belakang AM, keluarga SBY juga. 80 Persen dukungan tertulis sudah kita kantongi, sementara tiap hari dukungan terus masuk," tegasnya.
Β
Untuk kampanye hitam yang beredar, lanjut dia, Andi bahkan meminta tidak ditanggapi. Sebab, cara-cara seperti itu hanya akan merugikan PD sendiri.
"Pak Andi Mallarangeng melarang kami untuk melakukan kampanye negatif, apalagi kampanye hitam. Sebab, kalau kita layani itu, Demokrat sendiri yang akan rusak," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, salah satu tim sukses dari calon Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, Ahmad Mubarok, sangat prihatin dengan fitnah-fitnah yang dialami jagonya. Bahkan, fitnah itu seolah telah disusun dan didesain sedemikian rupa.
"Fitnah ke Anas itu bukan hanya pelintiran, tapi seperti didesain sedemikian rupa, sistematis dan disebar ke mana-mana termasuk ke Cikeas," kata Mubarok kepada detikcom, Minggu (2/5/2010).
Khusus untuk informasi yang ke Cikeas, Mubarok mendapat kabar informasi yang berbau fitnah tersebut bertujuan untuk merusak citra Anas di mata keluarga besar SBY. Akibatnya, citra Anas menjadi rusak di mata sebagian keluarga, meskipun di sebagian yang lain tidak percaya dengan fitnah itu.
"Supaya nama Anas di mata Cikeas menjadi rusak. Akibatnya, sekarang penilaian terhadap Anas terbelah. Ada yang percaya dan ada yang tidak percaya," paparnya.
(yid/fay)











































