Aksi tersebut diantaranya dilakukan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Yogyakarta, Aliansi BEM Jogja (ABJ) dan Front Oposisi Rakyat (FOR) Indonesia.
Aksi KBM UST dimulai dari kampus di Jalan Kusumanegara menuju pendapa Taman Siswa di Jalan Taman Siswa Yogyakarta. Aksi FPPI di gelar di Bundaran Kampus Universitas Gadjah Mada. Sedang massa ABJ dan FOR Indonesia di depan Monumen Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di halaman pendopo Taman Siswa dan di depan patung tokoh pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara, massa KBM UST sempat menggelar orasi dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Para peserta aksi mengkritik berbagai masalah mengenai pendidikan Indonesia terutama biaya pendidikan yang mahal sehingga tidak mampu dijangkau oleh rakyat kecil.
Salah seorang koordinator aksi, Bona, dalam orasinya menyatakan pendidikan
Indonesia sudah melenceng jauh dari harapan dan cita-cita bapak pendidikan
nasional Ki Hadjar Dewantara. Pendidikan Indonesia harus kembali pada model
pendidikan yang dikembangkan oleh Ki Hadjar yakni pendidikan yang bisa dinikmati oleh semua rakyat.
"Bukan pendidikan mahal yang hanya dinikmati oleh orang kaya. Pendidikan
sekarang ini sudah merupkan bentuk komersialisasi dan liberalisasi pendidikan," katanya.
Menurut dia, pihaknya juga mendukung dihapusnya UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) serta menolak adanya pengganti UU BHP. Selain itu pihaknya juga menolak sistem ujian nasional (UN) sebagai ukuran keberhasilan anak didik.
"Tolak UN. Tolak semua pendidikan model Amerika, ganti pendidikan nasional dengan model Taman Siswa," ungkap Bona.
Usai menggelar aksi tersebut massa KBM UST melanjutkan aksinya menuju simpang Empat Kantor Pos Besar Yogyakarta untuk bergabung dengan peserta aksi lainnya.
Sementara itu, di kompleks Makam Wijaya Brata, Celeban Umbulharjo Yogyakarta, Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperingati Hardiknas dengan menggelar upacara dan tabur bunga di pusara makam Ki Hadjar Dewantara dan Nyi Hadjar Dewantara serta tokoh-tokoh Taman Siswa lainnya.
(bgs/fay)











































