Pameran dibuka oleh Dirjen Amerika dan Eropa (Amerop) Kemlu RI Retno L.P Marsudi bersama Walikota Jaroslav Kral, didampingi KUAI Azis Nurwahyudi dan Direktur Museum, Sabtu (1/5/2010).
"Benda-benda yang dipamerkan ini menunjukkan pluralisme dan pluralitas Indonesia sebagai sebuah negara besar, dengan jumlah penduduk 230 juta, 17.508 pulau, lebih dari 500 etnik, sekitar 300 dialek bahasa, dan kekayaan budaya yang begitu beragam," papar Dirjen Amerop dalam pidato sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia tegak di atas dasar Pancasila, dasar negara yang menjadi fundamen pluralisme tersebut," demikian Dirjen Amerop, sambil menjelaskan miniatur Candi Borobudur, Candi Prambanan dan bangunan- bangunan berbagai umat yang ada di Indonesia.
Walikota Jaroslav Kral menanggapi sangat senang dan bangga bisa menghadirkan Indonesia di museum kota yang dipimpinnya.
"Kami menyambut persahabatan Ceko-Indonesia melalui berbagai aktivitas kebudayaan dan olahraga," demikian Kral, yang secara khusus memberikan penghargaan berupa cenderamata kepada para mahasiswa UPN Veteren Yogyakarta senilai masing-masing cK500.
Usai pembukaan pameran Indonesia, Dirjen Amerop mendapat kejutan istimewa dari Walikota Benatky dan jajaran Dewan Kota untuk meresmikan Alun-alun Kota Benatky, yang baru saja selesai direnovasi atas biaya Uni Eropa.
Secara terpisah KUAI Azis Nurwahyudi mengatakan bahwa kerjasama dengan Benatky nad Jizerou Ini bukan kali pertama. "Sebelumnya telah ada eksibisi bulutangkis dari pemain nasional Simon Santoso dkk.," demikian Azis.
Pembukaan pameran Indonesia itu dimeriahkan oleh tari-tarian Papua, Melayu Riau, dan Dayak Kalimantan oleh para mahasiswa Hubungan Internasional UPN Yogyakarta. Mereka berada di Ceko dalam rangka muhibah seni dan akademik, bekerjasama dengan Metropolitan University Prague (MUP). (es/es)











































