"Meteror tidak menyisakan lubang karena diperkirakan sudah pecah ketika lepas dari antariksa dan bergesekan dengan panas atmosfir. Meteor sudah terpecah dan tinggal serpihan saat menghantam tembok rumah. Serpihan itulah yang dibawa Lapan untuk diteliti," kata Direktur Observatorium Bosscha, Hakim Malasan, kepada detikcom, Sabtu (1/4/2010).
Dikatakan dia, ledakan di Duren Sawit mengarah pada gejala-gejala jatuhnya meteor seperti suara dengungan, dentuman, dan tidak ada baunya. "Dari analisis saya, sekaligus mendengar cerita warga, itu biasanya menunjukkan pengalaman jatuhnya meteor," kata Hakim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
perlu diteliti kandungan komposisi batu dan besi pada serpihan-serpihan tersebut.
Hakim mengatakan, peristiwa di Duren Sawit bukan hal aneh dan bukan baru pertama kali terjadi. Karena, biasanya meteor itu jatuhnya di negara Kepulauan. "Mengingat Indonesia negara kepulauan ya mungkin saja," ujar dia.
(aan/ndr)










































