Buruh Surakarta Tolak ACFTA Kenaikan TDL

Buruh Surakarta Tolak ACFTA Kenaikan TDL

- detikNews
Sabtu, 01 Mei 2010 11:25 WIB
Solo - Ratusan buruh di Solo menggelar peringatan Hari Buruh dengan menggelar aksi budaya dan panggung mimbar bebas. Mereka menolak pemberlakukan Asean-China free trade agreement (ACFTA) dan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Keduanya dinilai membahatakan masa depan buruh Indonesia.

Aksi buruh Solo digelar dipusatkan di depan Tama Sriwedari, Sabtu (1/4/2010). Aksi tersebut diikuti ratusan buruh dari berbagai organisasi buruh yang ada di Solo.

Sebelum berkumpul di Sriwedari, masing-masing elemen berangkat dari sejumlah titik yang berbeda dengan menggelar aksi-aksi performing art yang telah dipersiapkan masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aksinya, buruh di Solo menyampaikan sejumlah tuntuntan berupa penghapusan sistem kontrak dan outsourching, reformasi birokrasi menuju penegaka hukum ketenagaakerjaan, jaminan sosial, upah layak, kebebasan berserikat, serta pembagunan industrialisasi nasional.

Selain itu mereka juga menolak keras pemberlakukan ACFTA dan rencana Pemerintah menaikkan TDL. Dua hal tersebut dinilai telah dan akan berdampak serius terhadap perindustrian di tanah air. Dampak berikutnya adalah pemecatan karyawan oleh perusahaan dengan dalih industri dan pengurangan biaya produksi.

Di daerah sekitarnya para buruh juga menggelar aksi. Di Boyolali, sekitar 1.500 buruh juga menggelar aksi. Mereka berkumpul di Pasar Sunggingan dan selanjutnya berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju kompleks perkantiran Pemkab Boyolali. Aksi tersebut memacetkan jalan utama Boyolali - Semarang.

Mereka ditemui oleh Bupati Boyolali Sri Muljanto dan Ketua DPRD Boyolali Paryanto. Dalam kesempatan tersebut, pihak buruh juga menyampaikan aspirasi menolak pemberlakukan ACFTA dan rencana Pemerintah menaikkan TDL 15 perse

(djo/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads