"Bisa diturunkan gradenya, bisa juga ditutup," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto kepada wartawan di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (30/4/2010).
Berdasarkan data dari Disdik DKI, mayoritas siswa jurusan IPA tidak lulus mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Biologi. Sementara, siswa jurusan IPS banyak yang tidak lulus mata pelajaran Sosiologi dan Ekonomi. Disdik masih melakukan evaluasi untuk mengetahui faktor penyebab ketidaklulusan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain angka kelulusan yang nihil, sepuluh sekolah swasta tersebut juga hanya memiliki murid yang sangat sedikit, sehingga sangat mungkin ditutup, sepuluh sekolah
tersebut adalah:
SMA Delima dengan jumlah murid 4, SMA Gandipura 6 murid, SMA Kristen Harapan Zaman 4 murid, SMA Triwibawa 36 murid, SMA Dwisaka 14 murid, SMA PGRI 21 jumlah 25 murid, SMK PGRI 14 dengan 18 murid, SMK Dwikora 15 murid, SMK Gandipura dengan 10, SMK Muhammadiyah 10 dengan 6 murid.
"Selama ini ketika UN mereka juga menumpang ke sekolah lain, karena syarat mengikuti UN selain akreditasi minimal A atau B, jumlah siswanya perjurusan (IPA/IPS) harus diatas 20 siswa. kalau kurang mereka harus menumpang di sekolah lain dan itu diperbolehkan," terang Taufik.
Para siswa pun terancam pindah jika sekolah tempat mereka belajar selama ini jadi
ditutup oleh Disdik. "Nantinya jika terpaksa di tutup, maka siswa kesepuluh sekolah swasta tersebut akan dialihkan ke sekolah lain," pungkasnya
(her/rdf)










































