"InsyaAllah, mulai besok pagi hingga satu bulan ke depan, kita semua, seluruh rakyat Indonesia akan menjadi saksi sekaligus pelaku dari salah satu peristiwa besar dan bersejarah bagi kita semua. Kita akan bersama-sama terlibat dalam Sensus Penduduk tahun 2010," kata SBY.
Hal tersebut dia sampaikan dalam pidato yang berlangsung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (30/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelenggaraan sensus penduduk, lanjut SBY juga merupakan salah satu agenda dunia yang sangat penting. Perserikatan Bangsa- Bangsa telah mengamanatkan kepada setiap negara, untuk melakukan sensus penduduk setiap sepuluh tahun sekali. "Sensus penduduk ini, merupakan wujud komitmen dan konsistensi kita terhadap agenda dunia. Secara berkesinambungan kita melaksanakan sensus penduduk setiap sepuluh tahun sekali," imbuhnya.
Pelaksanaan sensus tahun ini berbeda dengan sensus-sensus yang pernah dilakukan sebelumnya. Besok, untuk pertama kalinya dalam sejarah, setiap penduduk akan disensus secara lengkap. Para petugas sensus akan mencatat nama, alamat, umur, jenis kelamin, pendidikan, kesehatan hingga status ketenagakerjaan.
"Akan dicatat pula informasi yang terkait dengan fasilitas perumahan, akses ke media komunikasi, dan berbagai informasi lainnya, sesuai dengan karakteristik sensus tahun ini."
Informasi kependudukan yang dapat dipertanggung jawabkan ini, menurut SBY nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk memajukan kualitas pembangunan demokrasi. "Apabila basis data ini dapat dimutakhirkan secara terus-menerus, kita dapat menyusun Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang lebih sahih dan handal, yang amat diperlukan dalam Pemilihan Umum," pungkas SBY.
(anw/rdf)











































