"Saudara Jack Lord melamar menjadi pegawai di LPMP Riau pada bulan Oktober 2002 melalui tes regular (umum) formasi SLTA/golongan II/a untuk formasi sebagai tenaga kebersihan, pengelola asrama, dan keamanan," kata Kepala LPMP Riau Zainal Arifin dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Jumat (30/4/2010).
Ketika melamar, panitia penerimaan CPNS LPMP (pada saat itu masih BPG Pekanbaru) sudah mengingatkan Jack Lord, yang diantar orang tuanya bahwa formasi yang tersedia untuk SLTA (tenaga kebersihan).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, setelah dinyatakan lulus pada 27 November 2002, untuk mengantisipasi penolakan tugas sesuai formasi golongan II, Kepala BPG Pekanbaru mengambil kebijakan meminta calon CPNS golongan II, termasuk Jack Lord membuat pernyataan di atas materai yang isinya bahwa yang bersangkutan bersedia untuk ditempatkan sebagai tenaga kebersihan, pengelola asrama, dan keamanan, dan bersedia untuk tidak menuntut penyesuaian ijazah.
Selanjutnya, terhitung 1 Desember 2002, Jack Lord diangkat menjadi CPNS yang ditetapkan oleh Mendiknas pada 11 Maret 2003, dan pada tanggal 5 Februari 2004, dan terhitung 1 April 2007 yang bersangkutan naik pangkatnya dari II/a ke II/b, sesuai dengan masa kerja kenaikan pangkat regular (4 tahun).
"Jadi apa yang dituduhkan Jack Lord tentang dirinya yang dipersulit proses kenaikan pangkatnya adalah tidak benar," terang Zainal.
Atas usul Kepala LPMP Riau, pada bulan Mei 2008, yang bersangkutan diusulkan untuk mengikuti ujian penyesuaian. Pada 1 Oktober 2008 terbitlah SK Penyesuaian Ijazah Jack Lord, dari golongan II/b ke golongan III/a hanya dalam waktu 1 tahun 6 bulan.
"Setelah naik pangkat ke golongan III/a, lembaga berupaya memposisikan Jack Lord pada tugas yang sesuai dengan golongan yang bersangkutan, akan tetapi, formasi yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan Ilmu Pemerintahan tidak tersedia. Sambil menunggu formasi yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang bersangkutan, Jack tetap tercatat dan bertugas sesuai formasi ketika melamar dulu. Namun tidak ada unsur paksaan apalagi membersihkan kakus dan parit yang banyak kotorannya," jelasnya.
(ndr/rdf)











































