"Saya terus terang saja terpukul dengan aksi FPI kali ini. Waria kan manusia juga. Mereka menjadi waria, bukan karena kehendak mereka, tetapi karena ditakdirkan begitu oleh Tuhan. Sebagai manusia, mereka memiliki hak untuk menimati kehidupan. Mereka punya hak untuk mengerti hak-hak asasi yang dimilikinya," kata Slamet kepada detikcom, Jumat (30/4/2010).
Menurut Ketua MUI bidang kerukunan umat beragama ini, para waria itu juga mempunyai hak untuk belajar. Apalagi pada saat dibubarkan FPI mereka sedang berkumpul untuk latihan tentang HAM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan ketua Badan Kehormatan DPR ini mengajak kepada semua pihak termasuk FPI untuk memiliki empati terhadap nasib para waria yang masih dipinggirkan oleh sebagian masyarakat.
"Jangan sampai kepada kelompok masyarakat yang seperti itu justru kita menambahi masalah. Kalau ada perbedaan dengan kelompok seperti ini mari kita ajak dialog," pungkas mantan politisi Golkar ini.
(yid/ndr)











































