Banyak Residivis Jadi Teroris, Polri Akui Deradikalisasi Belum Berhasil

Banyak Residivis Jadi Teroris, Polri Akui Deradikalisasi Belum Berhasil

- detikNews
Jumat, 30 Apr 2010 19:16 WIB
Jakarta - 9 Dari 12 buronan teroris merupakan orang yang pernah ditangkap dan dibui dalam kasus yang sama (residivis). Bisa dikatakan, konsep deradikalisasi terorisme yang selama ini dilakukan Polri gagal.

"Kita memang tidak berhenti walau sementara ini dianggap belum berhasil tapi kita tidak mengatakan ini sepenuhnya gagal. Tapi belum sepenuhnya berhasil," ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (30/4/2010).

Edward mengatakan, deradikalisasi tidak bisa dilakukan hanya oleh polisi. Semua elemen tentu harus mendukung dan berpartisipasi mencegah timbulnya benih-benih terorisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Deradikalisasi itu bukan hanya kerja polisi tapi kerja masyarakat," jelasnya.

Kebanyakan para residivis tidak memiliki 'tempat' saat mereka kembali ke masyarakat. Akhirnya, kelompok teroris kembali memanfaatkan dan merekrut kembali.

"Mereka tidak akan berubah kalau masyarakat tidak menerima," imbuhnya.

Edward menjelaskan, selama ini anggaran deradikalisasi yang dimiliki Polri sangat terbatas. "Kalau secara khusus memang tidak ada. Kalau adapun itu anggaran masuk di anggaran penyidikan," tandasnya.

Mabes Polri telah mengumumkan 12 buronan pelaku terorisme. Berikut nama-nama ke-12 buronan tersebut.

1. Umar Patek alias Umar alias Pak Tek alias Abu Syech alias Zacky
2. Abu Tholut alias Mustofa alias Imron
3. Abdullah Sonata alias Nata alias Arman alias Andri
4. Ahmad Maulana alias Zakaria Samad alias Malik alias Luqman
5. Saptono alias Pak Tuo
6. Umar alias Bujang alias Untung
7. Hasan alias Khidir aluas Untunh
8. Kamaludin alias Hasan alias Kamal alias Abdul Hamid
9. Imam Rasyidi alias ImamSukanto alias Harun alias Yasir
10. Warsito alias Tongji alias Abu Hasbi
11. Abu Hamzah alias Babe alias Daud alias Reza Sungkar
12. Taufik Bulaga alias Upik Lawanga.

(ape/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini