"Bukti semula saya kira (benda jatuh) lurus, tetapi ternyata menabrak tembok. Sehingga di lantai tidak ada lubang. Kemungkinan ada di plafon," duga Thomas di lokasi kejadian di Duren Sawit, Jakarta, Jumat (30/4/2010).
Thomas meminta masyarakat tenang dan tidak khawatir. Sebab dalam benda yang diduga meteor itu tidak mengandung zat berbahaya.
"Meteor itu tidak ada racun dan radioaktif. Yang jatuh ini meteor sporadis, yang kebetulan berpapasan dengan bumi. Kecepatannya relatif rendah sehingga tidak hancur di atmosfir karena ukurannya relatif besar," terangnya.
Saat ditanya soal peristiwa yang sama apakah pernah terjadi di Indonesia, Thomas menceritakan, kejadian seperti itu pernah terjadi pada tahun 2003 di Pontianak dan tahun 2007 di Gianyar Bali. "Tapi jatuhnya di sawah. Kalau yang di Bone lebih besar," tegasnya. (yid/nrl)











































