"Kalau ada kilatan bisa jadi asteroid. Asteroid itu pecah di angkasa," peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) bidang Matahari dan Antariksa, Abdurrahman, di lokasi kejadian, Jumat (30/4/2010).
Menurut Abdurrahman, ledakan di Duren Sawit ada kemiripan dengan ledakan di Bone pada tahun 8 Oktober 2010. Saat benda itu meledak dan terbakar, seperti ada kilatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdurrahman menduga benda yang jatuh di Duren Sawit adalah benda alami, bukan sejenis roket atau satelit.
"Kami belum bisa simpulkan itu benda apa. Kami menduga itu bukan benda buatan seperti roket atau satelit. Mungkin benda alami," ujar
Abdurrahman mengatakan, setelah melihat di lokasi, memang ada terlihat efek tekanan karena banyak kaca yang pecah. Efek panas juga memang kelihatan.
"Ada benda yang terbakar dan juga ada yang meleleh," katanya.
Abdurrahman menjelaskan, tidak mendeteksi melalui radar atau teleskop untuk memantau benda yang jatuh. Beberapa warga menjelaskan ada desingan dan kilatan. (gus/ken)











































