Sejumlah saksi mata mengatakan, perampokan terjadi di Toko Emas 'Hendra' yang berada Pasar Nguter, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jumat (30/4/2010) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat peristiwa terjadi Hendra Setyawan, pemilik toko, sedang menjaga tokonya seorang diri.
"Saat kejadian toko sedang sepi pembeli. Kondisi di sekitar lokasi juga cukup sepi karena bertepatan dengan salat Jumat. Pada saat itulah datang dua orang mengenakan jaket hitam menggunakan satu sepeda motor. Tanpa melepas helm, keduanya langsung masuk," papar Hendra kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat itulah kedua pelaku merasa leluasa untuk menguras isi etalase. Setelah memasukkan semua hasil rampokannya ke dalam plastik, keduanya bergegas meninggalkan lokasi.
Namun upaya keduanya segera kabur terhalang oleh tindakan Aiptu Supriyonoo, Kanit Intelkan Polsek Nguter yang secara kebetulan memang berada di sekitar lokasi. Supriyono bertindak setelah mendengar teriakan Hendra tentang adanya perampok yang menyatroni tokonya.
Supriyono segera menghadang pelaku yang sudah bersiap tancap gas. Dia berusaha berebut tas plastik berisi emas perhiasan yang dibawa salah satu pelaku perampokan.
Perkelahian yang terhindarkan, demikian pula saling tarik tas plastik tersebut. Akibatnya tas plastik itu sobek dan sebagian besar perhiasan yang berad di dalamnya berhamburan ke tanah.
"Mungkin karena jengkel, perampok itu lalu menembak Pak Supriyono. Setelah itu keduanya lari membawa sisa emas yang masih tertinggal di dalam tas plastik yang berhasil mereka bawa," ujar Hendra.
Supriyono yang terkapar akibat tertembak di bagian dada, selanjutnya dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Wonogiri, yang merupakan rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kondisi korban serta peluru dan senjata jenis apa yang digunakan perampok untuk melukai korban. Kapolres Sukoharjo, AKBP Suharyono saat ini masih mendampingi korban di rumah sakit. Namun petugas di rumah sakit tersebut menginformasikan bahwa Supriyono masih dirawat di IGD namun dalam kondisi sadar.
Sedangkan pihak toko emas mengaku belum bisa menghitung secara pasti kerugian yang timbul akibat kejadian tersebut. Namun Hendra selaku pemilik toko mengatakan, sebagian besar perhiasan emas dari tokonya berhasil diselamatkan karena upaya berani yang dilakukan Supriyono.
(mbr/ndr)










































