Acara pemilihan Duta Waria untuk Hukum dan HAM akan digelar di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Jumat (30/4/2010) malam nanti.
"Mereka akan mengancam akan menghabisi kami kalau tetap dilanjutkan. Kami akan terus karena kami merasa tidak ada yang salah. Ini bukan kontes bikini-bikinian, bukan kontes payudara, paha dan sejenisnya. Tetapi, ini pendidikan hukum dan HAM. Ini bagian dari program Komnas HAM," kata
Ketua Arus Pelangi, Budi Satria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Budi menceritakan kedatangan belasan anggota FPI yang membubarkan acara seminar. "Mereka mengobrak-abrik, melempar gelas di ruang pelatihan. Mereka juga mencoba naik ke atas, ke ruang buat acara nanti malam yaitu pemilihan Duta Waria untuk Hukum dan HAM," kata Budi.
Menurut dia, tidak ada waria yang luka. "Tadi cuma dorong-dorongan dan dikejar. Mungkin ada yang trauma karena terjatuh," ujar Budi.
Pengamatan detikcom, sekitar 50 polisi tampak menggelar apel dan berbaris di lokasi. Tidak ada satu pun anggota FPI yang mengamuk sekitar pukul 10.15 WIB tadi.
Seminar dan pemilihan Duta Waria untuk Hukum dan HAM ini digelar sejak Kamis 29 April dan akan ditutup pada Sabtu besok. Acara ini dihadiri 30 orang waria dari seluruh Indonesia.
(aan/nrl)










































