Hal ini disampaikan Kepala Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN, Bachtiar Anwar, saat ditemui di kantor LAPAN, Jalan dr Djundjunan, Pasteur, Bandung, Jumat (30/4/2010). "Ya kalau dilihat dari kecepatannya, dan sampai merusak, kemungkinan besar itu benda dari antariksa," kata Bachtiar.
Namun, menurut dia, benda itu tidak terkait dengan fenomena hujan meteor yang terjadi pada beberapa hari sebelumnya. "Nggak ada kaitannya. Kalau meteor shower, yang jatuh ke Bumi itu serpihannya. Karena meteor mudah hancur tergesek atmosfir," jelas dia.
Seperti diketahui, pada 22-23 April lalu, di Indonesia terjadi hujan meteor Puppid. Sebelumnya juga terdapat hujan meteor Lyrids. Observatorium Boscha sempat memantau fenomena hujan meteor itu.
Sementara itu, hingga pukul 14.30 WIB, serpihan yang diduga benda antariksa belum juga tiba di kantor LAPAN. Namun, Bachtiar membenarkan bahwa serpihan yang menghancurkan tiga buah rumah di Duren Sawit itu akan diteliti di kantornya.
(asy/asy)











































