"Ini mempunyai potensi, ini bukan kapitalis, ini bukan sosialis, ini tergantung bagaimana menggunakannya," ujar Chavez setelah memposting 2 pesan di akunnya @chavezcandanga seperti dilansir dari Reuters, Jumat (30/4/2010).
"Saya mengundang Evo dan Fidel. Evo, apakah kamu di Twitter? Mari mengundang Evo ke Twitter," tulis Chavez saat mengunjungi suatu peternakan dengan Evo Morales.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chavez, Morales dan Castro merupakan sekutu dekat yang berpaham kiri. Mereka selama ini selalu kritis dan vokal terhadap segala kebijakan Paman Sam yang mereka namakan 'Kerajaan AS'.
"Ini adalah ledakan yang tidak diharapkan. Terima kasih. Saya di sini bersama Evo. Kita akan menaklukkan," ujar Chavez di pesan Twitter-nya yang kedua.
Detikcom yang coba menyambangi Twitter Chavez, setidaknya mendapati sudah ada 107 ribu pengikut Chavez.
Chavez membuka akun Twitter-nya setelah berbulan-bulan menggerutu berbagai bentuk situs jaringan sosial, yang didominasi oleh para lawan politiknya. Banyak warga Venezuela tertawa mendengar Chavez membuka akun di Twitter. Pasalnya, mereka tak bisa membayangkan pemimpinnya yang sehari-harinya berpidato berjam-jam tahan dengan mikroblogging yang panjangnya hanya 140 karakter itu.
(nwk/nwk)











































