"Kami minta penangguhan penahanan paling lambat hari Sabtu ini, kalau tidak akan terjadi pertumpahan darah Pak Chandra," kata anggota DPRD Boven, Natalis, berapi-api, saat berhadapan dengan Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah.
Dua puluh warga Boven secara serempak menggeruduk Chandra yang baru saja selesai menghadiri RDP Komisi III DPR dengan KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan ada pertumpahan darah Pak, kami minta kepastian sekarang. Kalau tidak ada kepastian, kami minta ditemani KPK ke kampung," terang Natalis.
Chandra nampak tenang mendengarkan aspirasi warga Boven. Sambil tersenyum, Chandra pun menjelaskan sikap KPK.
"Pimpinan KPK kan empat orang, nanti suratnya saya bawa, besok akan kami rapatkan," jawab Chandra ramah.
Wrga Boven kemudian menyerahkan surat yang berisi tandatangan warga pendukung Yusak kepada Chandra. Sekejap saja warga sudah rapi meninggalkan selasar ruang rapat Komisi III DPR.
Ketua Komisi III DPR Benny K Harman menuturkan warga Boven sebelumnya pernah menyampaikan aspirasi serupa. Menurut Benny, Yusak memang sedang dalam pemeriksaan KPK.
"Yusak memang sedang diperiksa. Dia ditangkap di Jakarta beberapa waktu lalu, memang dia tidak memenuhi panggilan KPK," terang Benny.
(van/nwk)











































