Maria Marleni Dilak (15) penduduk Jl Banteng, No 28 C, Kampung Air Nona, Kecamatan Wae Bobo, Kupang, NTT berupaya pulang ke kampung halamannya setelah melarikan diri karena tidak tahan terus mendapat siksaan sebagai PRT di Medan.
Kepada petugas Bandara Polonia, Maria menyatakan melarikan diri dari rumah majikannya, Boru Panggabean di kawasan Simalingkar, Medan. Sebelumnya, Maria disalurkan oleh PT Sari Asih yang berlokasi di Jl Rahmat, Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat ini Maria mendapat perlakukan tidak manusiawi dengan disuruh membersihkan lantai selama 24 jam nonstop. Tidak tahan mendapat siksaan, Maria kemudian melarikan diri ke Bandara Polonia Medan dan berupaya pulang ke kampung halaman.
"Tidak tahan kerja karena disiksa terus. Dia yang punya rumah suka pukul saya," ucap Maria.
Petugas Bandara Polonia Medan, Farid mengatakan, Maria diamankan dari kawasan pintu keberangkatan domestik saat berupaya menerobos masuk ke areal tunggu penumpang.
"Karena menerobos dan tidak memiliki tiket, jadi kami bawa ke pos untuk diperiksa. Belakangan baru diketahui kalau tujuannya untuk menyusup pulang ke kampung halamannya," kata Farid.
Pihak Bandara Polonia masih berkordinasi untuk berupaya membantu kepulangan Maria. Malam ini dia menginap di rumah keluarga salah satu petugas bandara tersebut.
(rul/nwk)











































