"Sebelum ledakan sempat ada bunyi desingan, kencang banget. Sekarang yang punya rumah masih di Polrestro Jakarta Timur," kata Ibu Manurung salah seorang tetangga korban, Kamis (29/4/2010).
Para pemilik rumah yang dimintai keterangan oleh polisi adalah Sunarti, Sudarmojo dan Marzuki. Rumah milik Sudarmojo mengalami kerusakan paling parah dibanding rumah Sunarti dan Marjuki yang berdiri di sisi kanan dan kirinya.
Berdasar pantauan detikcom, lantai dua rumah Sudarmojo sudah ambrol akibat ledakan. Bagian atap rumah yang terbongkar terlihat jelas dari lobang di lantai dua, dari lobang itu pula perabotan berjatuhan ke lantai satu.
Lobang juga terlihat menganga di tembok bagian kiri dan kanan yang membatasi rumah Sudarmojo dengan Sunarti dan Marjuki. Diameter lobang cukup lebar, yakni sekitar 1 meter.
Meski bagian interior hancur berantakan, bagian ekteriornya tampak tidak terlalu terpengaruh. Tembok depan rumah Sudarmojo yang berwarna putih sama sekali tidak mengalami kerusakan.
Saat ini tiga rumah yang berdiri berdampingan itu sudah dikeliling garis polisi dan menjadi tontonan warga. Tetangga yang baru pulang kerja pun mampir untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Katanya karena ledakan gas, tapi ada juga yang bilang karena kena meteor jatuh," ujar Manurung yang pada saat kejadian sedang bertamu di rumah milik Sunarti. (lh/fay)











































