"Satu minggu lebih PMI investigasi. Dan Alhamdulilah, menurut PMI, penanganan sudah dilakukan secara kemanusiaan," kata Ketua Tim Investigasi PMI untuk Koja dr Ulla Nuchrawati kepada wartawan.
Hal itu disampaikan Ulla usai bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono di Gedung Utama Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan menurutnya, antar aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saling melindungi. "Anak-anak juga dilindungi polisi," tukasnya.
Terkait tudingan pembiaran yang dilakukan oleh pihak polisi kepada Satpol PP, menurut Ulla adalah hal yang wajar. Dalam kondisi 'panas' saat itu, lontaran emosional wajar terjadi.
"Ya boleh saja dan fakta itu akan berakhir. Mungkin itu hanya emosional," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan bahwa dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 3 jam itu, pihaknya telah menyampaikan fakta-fakta.
Boy tetap membantah jika pihaknya melakukan pembiaran terhadap anggota Satpol PP di lapangan. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan pengamanan dari prapelaksanaan, pelaksanaan hingga pascapelaksaan sesuai prosedur tetap.
"Kepolisian tidak melakukan pembiaran. Semua terlihat bagaimana melakukan perlindungan pada masyarakat. Kita punya videonya, jadi file bagi siapapun yang berkepentingan membutuhkannya sewaktu-waktu," beber Boy.
Sementara itu, Boy menuturkan polisi masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa itu. Sebanyak 19 saksi telah diperiksa terkait peristiwa berdarah itu.
"Tersangka belum ada," kata Boy.
Penggusuran makam Mbah Priok, Koja, Tanjung Priok,Jakarta Utara pada Rabu 14 Mei lalu menyisakan duka. Sebanyak 3 orang tewas dan ratusan orang terluka dalam peritiwa itu. Sementara puluhan kendaraan operasional polisi dan Satpol PP habis dibakar massa.
(mei/ndr)











































