"Belum ada tanda-tanda perkembangannya. Sampai saat ini juga belum ada tersangka," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Heri Subiansauri, ketika dihubungi detikcom, Kamis (29/4/2010).
Sudah sepuluh hari peristiwa pembobolan ini berlalu, namun polisi belum juga berhasil menemukan maling di 'rumah' sendiri. Brankas Polda Sulselbar tiba-tiba raib pada tanggal 19 April lalu. Dicurigai si maling beraksi pada malam sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, hari di saat brangkas hilang, polisi langsung melakukan tes kebohongan terhadap 12 orang yang dianggap harus bertanggung jawab. Namun, tes kebohongan itu tidak menuai hasil.
Brankas Polda Sulselbar yang raib memang telah ditemukan pada tanggal 24 April lalu. Brankas ini ditemukan oleh penjala ikan di kanal depan Sekolah Dian Harapan (SDH), jalan Gunung Kinibalu, Tanjung Bunga, Makassar. Namun isinya sudah ludes.
Hingga kini, polisi baru menonaktifkan Bendahara Satuan Kerja Kompol Maddo dari jabatannya. Maddo dianggap paling bertanggung jawab atas raibnya brankas. Anak buah Maddo, Syarifuddin, juga di-nonjob-kan. Keduanya dikenai sanksi kode etik dan kelalaian.
(gun/nrl)










































