Massa 'Kaos Kuning' Desak Militer Tindak Tegas 'Kaos Merah'

Krisis Thailand

Massa 'Kaos Kuning' Desak Militer Tindak Tegas 'Kaos Merah'

- detikNews
Kamis, 29 Apr 2010 15:35 WIB
Massa Kaos Kuning Desak Militer Tindak Tegas Kaos Merah
Bangkok - Krisis politik di Thailand tiada berkesudahan. Bahkan di tengah berlangsungnya aksi para demonstran antipemerintah 'Kaos Merah', kini muncul aksi tandingan yang dilakukan para aktivis "Kaos Kuning".

Massa 'Kaos Kuning' yang selama ini berdiam diri, kini mendesak militer Thai mengambil tindakan terhadap rival mereka, massa 'Kaos Merah'. Munculnya kembali massa 'Kaos Kuning' ini meningkatkan ketegangan di jalan-jalan di Bangkok, ibukota Thai.

Massa demonstran 'Kaos Kuning' menjadi terkenal saat menutup bandara-bandara di Bangkok selama sepekan pada tahun 2008 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa 'Kaos Kuning' hari ini menggelar demo di pangkalan-pangkalan militer Thai. Pusat aksi dilakukan di luar markas Resimen Infantri ke-11 di Bangkok, yang telah menjadi kantor dan kediaman Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva sejak massa 'Kaos Merah' memulai aksi mereka pada pertengahan Maret lalu.

"Krisis di Thailand telah menyebar dengan cepat dan intens dan menjadi kondisi anarkis," demikian bunyi petisi yang dibagikan pada perwakilan pemerintah dan militer oleh para pemimpin demonstran 'Kaos Kuning' atau yang secara resmi dikenal sebagai People's Alliance for Democracy (PAD).

"Krisis ini telah mencapai titik kritis dan telah merusak perekonomian dan masyarakat," demikian petisi tersebut seperti dilansir AFP, Kamis (29/4/2010).

Demonstran 'Kaos Kuning' yang pro-pemerintah itu mengecam pemerintah karena gagal menghentikan aksi demo 'Kaos Merah' hingga menimbulkan kekacauan.

"Kami ingin melihat tentara-tentara yang berani membantu kami menghapuskan aktivitas ilegal ini dan mengembalikan perdamaian ke masyarakat Thai secepat mungkin," demikian bunyi petisi demonstran 'Kaos Kuning'.

Massa 'Kaos Merah' yang merupakan pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra menuntut Abhisit untuk mengundurkan diri dan segera mengadakan pemilihan umum baru. Aksi demo tersebut telah berlangsung sekitar 7 pekan. Setidaknya 28 orang telah tewas dan hampir 1.000 lainnya luka-luka selama kurun waktu itu.

(ita/nrl)


Berita Terkait