Massa 'Kaos Kuning' yang selama ini berdiam diri, kini mendesak militer Thai mengambil tindakan terhadap rival mereka, massa 'Kaos Merah'. Munculnya kembali massa 'Kaos Kuning' ini meningkatkan ketegangan di jalan-jalan di Bangkok, ibukota Thai.
Massa demonstran 'Kaos Kuning' menjadi terkenal saat menutup bandara-bandara di Bangkok selama sepekan pada tahun 2008 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Krisis di Thailand telah menyebar dengan cepat dan intens dan menjadi kondisi anarkis," demikian bunyi petisi yang dibagikan pada perwakilan pemerintah dan militer oleh para pemimpin demonstran 'Kaos Kuning' atau yang secara resmi dikenal sebagai People's Alliance for Democracy (PAD).
"Krisis ini telah mencapai titik kritis dan telah merusak perekonomian dan masyarakat," demikian petisi tersebut seperti dilansir AFP, Kamis (29/4/2010).
Demonstran 'Kaos Kuning' yang pro-pemerintah itu mengecam pemerintah karena gagal menghentikan aksi demo 'Kaos Merah' hingga menimbulkan kekacauan.
"Kami ingin melihat tentara-tentara yang berani membantu kami menghapuskan aktivitas ilegal ini dan mengembalikan perdamaian ke masyarakat Thai secepat mungkin," demikian bunyi petisi demonstran 'Kaos Kuning'.
Massa 'Kaos Merah' yang merupakan pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra menuntut Abhisit untuk mengundurkan diri dan segera mengadakan pemilihan umum baru. Aksi demo tersebut telah berlangsung sekitar 7 pekan. Setidaknya 28 orang telah tewas dan hampir 1.000 lainnya luka-luka selama kurun waktu itu.
(ita/nrl)










































