Aksi Angkatan Laut Thailand dalam menghentikan aksi Hatcher didokumentasikan oleh Maritim Explorations, sebuah perusahaan Singapura, yang sejak 1992 mencari harta karun di sekitar Asia Tenggara.
Rupanya, Hatcher selalu bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan eksplorasi dalam menjalankan aksinya. Dalam perburuan harta karun kapal Klang Aow di Teluk Tengah Thailand, ada Michael Hatcher, Divcon International yang menyediakan alat dan tim penyelam, serta Maritim Explorations untuk dokumentasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah barang didapat, ada intervensi dari AL Thailand. Kemudian mereka mengambil kargo (harta karun) itu," demikian yang ditulis dalam maritimexplorations.com seperti dikutip detikcom, Kamis (29/4/2010).
Pihak AL Thailand menegaskan mereka menjarah harta karun di laut teritorial Thailand. Sementara Hatcher dan kawan-kawan bersikeras harta karun itu ada di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
Hatcher akhirnya kalah. Harta karun berupa 8.000 porselen Thailand, beberapa porselen dan senjata China akhirnya diserahkan ke Departemen Seni Thailand. Direktur Maritim Explorations, Michael Fletcher, mencoba menerbitkan laporan arkeologi dari ekspedisi ini, namun ditolak sejumlah jurnal internasional karena kontroversi hukum dari perburuan harta karun ini.
Jika AL Thailand bisa tegas, bagaimana dengan TNI AL kita?
(fay/nrl)










































