AL Thailand Pernah Hentikan Aksi Pemburu Harta Karun Michael Hatcher

AL Thailand Pernah Hentikan Aksi Pemburu Harta Karun Michael Hatcher

- detikNews
Kamis, 29 Apr 2010 12:59 WIB
 AL Thailand Pernah Hentikan Aksi Pemburu Harta Karun Michael Hatcher
Jakarta - Pemerintah terkesan lamban menghadapi aksi penjarahan harta karun di perairan Indonesia oleh Michael Hatcher. Thailand ternyata punya sikap yang lebih tegas saat Hatcher berburu harta karun di lautan Negeri Gajah Putih itu.

Aksi Angkatan Laut Thailand dalam menghentikan aksi Hatcher didokumentasikan oleh Maritim Explorations, sebuah perusahaan Singapura, yang sejak 1992 mencari harta karun di sekitar Asia Tenggara.

Rupanya, Hatcher selalu bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan eksplorasi dalam menjalankan aksinya. Dalam perburuan harta karun kapal Klang Aow di Teluk Tengah Thailand, ada Michael Hatcher, Divcon International yang menyediakan alat dan tim penyelam, serta Maritim Explorations untuk dokumentasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harta karun ini berada 60 mil lepas pantai Thailand dengan kedalaman 60 meter di bawah permukaan laut. Tahun ekpedisi harta karun ini tidak disebutkan, diperkirakan sebelum 2001.

"Setelah barang didapat, ada intervensi dari AL Thailand. Kemudian mereka mengambil kargo (harta karun) itu," demikian yang ditulis dalam maritimexplorations.com seperti dikutip detikcom, Kamis (29/4/2010).

Pihak AL Thailand menegaskan mereka menjarah harta karun di laut teritorial Thailand. Sementara Hatcher dan kawan-kawan bersikeras harta karun itu ada di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Hatcher akhirnya kalah. Harta karun berupa 8.000 porselen Thailand, beberapa porselen dan senjata China akhirnya diserahkan ke Departemen Seni Thailand. Direktur Maritim Explorations, Michael Fletcher, mencoba menerbitkan laporan arkeologi dari ekspedisi ini, namun ditolak sejumlah jurnal internasional karena kontroversi hukum dari perburuan harta karun ini.

Jika AL Thailand bisa tegas, bagaimana dengan TNI AL kita?

(fay/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini