Ada Tulisan 'Bom' di Cermin Toilet, Pesawat AS Terpaksa Dialihkan

Ada Tulisan 'Bom' di Cermin Toilet, Pesawat AS Terpaksa Dialihkan

- detikNews
Kamis, 29 Apr 2010 10:35 WIB
Ada Tulisan Bom di Cermin Toilet, Pesawat AS Terpaksa Dialihkan
Washington - Lagi-lagi isu bom di penerbangan Amerika Serikat (AS). Penerbangan domestik maskapai Continental Express dari Houston menuju Washington DC dialihkan setelah seseorang menemukan kata "bom" tertulis di cermin toilet pesawat.

Namun dari pencarian yang dilakukan setelah pesawat mendarat di Greensboro, North Carolina pada Rabu, 28 April pagi waktu setempat, tidak ditemukan bahan peledak. Demikian disampaikan pejabat-pejabat AS seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (29/4/2010).

Agen-agen FBI, petugas skuad bom kepolisian Greensboro dan anjing-anjing pelacak bom telah menyisir semua bagian pesawat. Seluruh penumpang pun ditanyai oleh FBI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seseorang telah melakukan ini tapi kami harus mencari petunjuk-petunjuk yang tepat untuk menemukan pelakunya," kata Ted Johnson, direktur eksekutif Bandara Internasional Piedmont Triad di Greensboro.

Setelah dilakukan penyisiran di pesawat namun tidak ditemukan apapun yang membahayakan, pesawat dengan 45 penumpang dan 3 kru itu diizinkan untuk kembali melanjutkan penerbangan ke Bandara Internasional Dulles, Washington DC.

Pesawat kembali terbang setelah lebih dari enam jam berada di Greensboro. Pesawat tersebut pun kemudian mendarat dengan selamat di Washington DC. Hingga kini belum diketahui siapa yang membuat tulisan 'bom' tersebut. Otoritas AS masih terus menyelidiki insiden tersebut.

Ini merupakan kedua kalinya dalam beberapa hari ini pesawat AS dialihkan akibat ancaman bom. Pada Selasa, 27 April lalu, pesawat milik maskapai Delta Airlines terpaksa melakukan persinggahan di Maine setelah seorang penumpang mengklaim memiliki bahan peledak yang tersembunyi di pesawat.

Namun tak ditemukan bahan peledak di dalam pesawat yang bertolak dari Paris, Prancis menuju Atlanta, Georgia itu. Pelakunya, seorang veteran perang Irak dan Afghanistan telah ditahan dan dikenai dakwaan membuat ancaman bom palsu.

(ita/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini