Namun dari pencarian yang dilakukan setelah pesawat mendarat di Greensboro, North Carolina pada Rabu, 28 April pagi waktu setempat, tidak ditemukan bahan peledak. Demikian disampaikan pejabat-pejabat AS seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (29/4/2010).
Agen-agen FBI, petugas skuad bom kepolisian Greensboro dan anjing-anjing pelacak bom telah menyisir semua bagian pesawat. Seluruh penumpang pun ditanyai oleh FBI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dilakukan penyisiran di pesawat namun tidak ditemukan apapun yang membahayakan, pesawat dengan 45 penumpang dan 3 kru itu diizinkan untuk kembali melanjutkan penerbangan ke Bandara Internasional Dulles, Washington DC.
Pesawat kembali terbang setelah lebih dari enam jam berada di Greensboro. Pesawat tersebut pun kemudian mendarat dengan selamat di Washington DC. Hingga kini belum diketahui siapa yang membuat tulisan 'bom' tersebut. Otoritas AS masih terus menyelidiki insiden tersebut.
Ini merupakan kedua kalinya dalam beberapa hari ini pesawat AS dialihkan akibat ancaman bom. Pada Selasa, 27 April lalu, pesawat milik maskapai Delta Airlines terpaksa melakukan persinggahan di Maine setelah seorang penumpang mengklaim memiliki bahan peledak yang tersembunyi di pesawat.
Namun tak ditemukan bahan peledak di dalam pesawat yang bertolak dari Paris, Prancis menuju Atlanta, Georgia itu. Pelakunya, seorang veteran perang Irak dan Afghanistan telah ditahan dan dikenai dakwaan membuat ancaman bom palsu.
(ita/nrl)










































