Kementerian Dalam Negeri Hamas menyatakan, gas yang disemprotkan ke terowongan tersebut adalah gas beracun. Selain menewaskan 4 orang, enam orang terluka.
"Kementerian Dalam Negeri mengkonfirmasi bahwa penyebab kematian warga negara tersebut adalah gas beracun yang disemprotkan pasukan keamanan Mesir ke dalam salah satu terowongan," demikian statemen Kementerian Dalam Negeri Hamas seperti dilansir AFP, Kamis (29/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat Hamas, Fawzi Barhoum menuntut penjelasan dari pemerintah Mesir atas kejadian itu. "Ini kejahatan mengerikan yang dilakukan pasukan Mesir terhadap pekerja-pekerja sederhana Palestina," ujarnya.
"Ini pembunuhan berdarah dingin. Hamas dan seluruh rakyat Palestina mengutuk keras itu," tandasnya.
Pemerintah AS dan Israel telah mendesak Mesir untuk berusaha lebih keras guna menutup terowongan-terowongan di Gaza yang kerap digunakan untuk menyelundupkan senjata-senjata bagi Hamas.
Namun sekitar 1,5 juta warga di Jalur Gaza juga bergantung pada terowongan-terowongan yang terletak di perbatasan Kota Rafah dengan Mesir tersebut untuk membawa masuk makanan dan barang-barang lain seperti pakaian.
(ita/ita)











































