Perang Soal Figur, Lupa Soal Isi Kampanye

Jelang Kongres PD

Perang Soal Figur, Lupa Soal Isi Kampanye

- detikNews
Kamis, 29 Apr 2010 08:19 WIB
Perang Soal Figur, Lupa Soal Isi Kampanye
Jakarta - Pertarungan menuju kursi ketua umum Partai Demokrat yang baru semakin memanas. Namun, perlombaan itu hanya berkutat soal figur yang dijagokan. Sedangkan materi kampanye justru terlewatkan begitu saja.

Penilaian ini disampaikan oleh pengamat politik Charta Politika Arya Fernandes saat dihubungi detikcom, Kamis (29/4/2010).

"Para kandidat tidak berhasil menjual isu, kampanye hanya terjebak kepada pola-pola untuk mencari legitimasi politik," terang Arya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arya mencontohkan, kampanye Andi Mallarangeng yang memilih jargon 'lanjutkan' yang terkesan mirip dengan kampanye SBY saat pilpres. Andi juga secara tidak langsung terus menggunakan figur putra kedua SBY, Ibas, untuk mempengaruhi pemilih nantinya.

"Jargon 'lanjutkan' ini hanya duplikasi jargon SBY. Apa ini masih efektif, kongres nanti akan membuktikan," lanjutnya.

Setali tiga uang dengan Andi, tim sukses Anas Urbaningrum juga menampilkan sisi kesantunan. Dan lagi-lagi, sosok santun dianggap sama seperti SBY.

Konsep berkampanye seperti ini sangat disayangkan oleh Arya. Terlebih saat Demokrat mengklaim sebagai partai yang modern. Kader di lapangan justru akan kebingungan dengan calon-calon tersebut.

"Kader Demokrat akan pusing melihat apa yang akan mereka bawa dalam ke depan, apa yang akan berubah pada Demokrat ke depan. Menurut saya, kelemahan ini justru akan melemahkan Partai Demokrat secara institusi," pungkasnya.

(mok/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads