Penilaian ini disampaikan oleh pengamat politik Charta Politika Arya Fernandes saat dihubungi detikcom, Kamis (29/4/2010).
"Para kandidat tidak berhasil menjual isu, kampanye hanya terjebak kepada pola-pola untuk mencari legitimasi politik," terang Arya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jargon 'lanjutkan' ini hanya duplikasi jargon SBY. Apa ini masih efektif, kongres nanti akan membuktikan," lanjutnya.
Setali tiga uang dengan Andi, tim sukses Anas Urbaningrum juga menampilkan sisi kesantunan. Dan lagi-lagi, sosok santun dianggap sama seperti SBY.
Konsep berkampanye seperti ini sangat disayangkan oleh Arya. Terlebih saat Demokrat mengklaim sebagai partai yang modern. Kader di lapangan justru akan kebingungan dengan calon-calon tersebut.
"Kader Demokrat akan pusing melihat apa yang akan mereka bawa dalam ke depan, apa yang akan berubah pada Demokrat ke depan. Menurut saya, kelemahan ini justru akan melemahkan Partai Demokrat secara institusi," pungkasnya.
(mok/nvc)











































