Hatcher Tak Kunjung Dicekal

Kisah pemburu Harta Karun

Hatcher Tak Kunjung Dicekal

- detikNews
Kamis, 29 Apr 2010 07:43 WIB
Hatcher Tak Kunjung Dicekal
Jakarta - Pemburu harta karun asal Australia Michael Hatcher telah merugikan Indonesia triliunan rupiah. Namun belum ada pencekalan bagi Hatcher untuk memasuki Indonesia.

"Belum ada pencekalan," ujar koordinator masyarakat advokasi warisan budaya Indonesia, Jhohannes Marbun, kepada detikcom, Rabu (28/4/2010) malam.

Joe, panggilan akrabnya, menyayangkan hal ini. Menurutnya seharusnya pemerintah lebih serius menjaga kekayaan situs bawah laut. Karena selain bernilai ekonomi, situs arkeologi di dasar laut ini memiliki nilai historis yang luar biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini cagar budaya. Seharusnya ada komisi khusus yang menjaga situs-situs ini, karena kementrian budaya dan pariwisata sudah tidak mampu lagi," tambahnya.

Joe sudah mengikuti sepak terjang Hatcher sejak lama. Tercatat sedikitnya dua kali, Hatcher menggondol kekayaan negara triliunan rupiah dari petualangannya di Indonesia.

Pria kelahiran York ini mengangkat kapal Geldermasen milik VOC di Karang Heliputan, Tanjung Pinang, tahun 1985-1986. Hatcher mendapatkan 126 emas batangan dan 160 ribu benda keramik dinasti Ming dan Ching. Nilainya tidak kurang dari US$ 15 juta saat itu.

Lalu Hetcher mengangkat kapal Tek Sing di Perairan Kepulauan Bangka, Sumatera Selatan tahun 1999 lalu. Nilainya Rp 500 miliar. Jo menambahkan jika Hatcher berhasil mengangkat harta karun dari Subang, maka ini akan menjadi rekor selama karirnya. Diperkirakan porselen dinasti Ming yang tenggelam di sana tidak kurang dari US$ 200 juta.
(rdf/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads