Hal ini terungkap dalam video promosi yang digunakan Hatcher untuk menarik minat para donatur di AS dan Eropa. Video tersebut menunjukan aktivitas Hatcher di perairan Blanakan. Hatcher tampak memantau posisi kapal tenggelam dengan Sonar, setelah itu dia menyelam ke laut. Beberapa pribumi tampak membantu Hatcher.
Video tersebut diputar Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa (KPAB) dalam jumpa pers di Hotel Sofyan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPAB pun mengecam perburuan Hatcher. Saat melakukan penyelaman itu, Hatcher sama sekali belum mengantungi izin survei.
Keanehan yang lain, Pangkalan Utama TNI AL III Cirebon mengabulkan permintaan agar 2 kapal milik PT Comexindo Usaha Mandiri yang disita tanggal 1 Juli 2009 dipinjam kembali. Padahal kedua kapal ini disita karena melakukan pengangkatan barang muatan kapal tenggelam (BMKT) dan berstatus barang bukti.
Pemilik kapal ini sebenarnya adalah Kiyoshi Makatsuka, hanya diatasnamakan pada Suwanda, tangan kanan Hatcher.
"Hal ini harus diusut," ujar Direktur Inside, M Danial Nafis, dalam jumpa pers tersebut.
(rdf/mok)











































