Aksi massa dipicu kekesalan atas musyawarah yang dilakukan pihak PT Cirebon Electrik Power (CEP) selaku main kontraktor PLTU senilai Rp 7 triliun ini. Warga meminta adanya pengerukan sungai akibat pendangkalan yang disebabkan oleh aktifitas PLTU.
Massa menyerang kantor rekanan PLTU dan merusak fasilitasnya. Selain itu, massa juga melempari Kapolres Cirebon, AKBP Sufyan Syarif yang berusaha menenangkan massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kapolres Cirebon AKBP Sufyan Syarif mengaku telah mengamankan lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait kerusuhan ini. Namun ia membantah jika kerusahan ini menimbulkan korban jiwa.
"Tidak ada kerusuhan. Sebelumnya kami sudah antisipasi agar tidak meluas dan untuk motor yang dibakar sudah kami amankan. Kita akan memfasilitasi pertemuan ulang antar keduanya malam ini," papar Sufyan kepada sejumlah wartawan.
Dalam aksi kerusahan ini wartawan tidak diperkenankan masuk oleh petugas keamanan setempat tanpa alasan yang jelas dan sempat bersitegang. Sementara itu, polisi belum menahan satu pun pelaku tawuran yang telah merusak fasilitas PLTU berdaya 650 MW ini.
(mok/mok)











































