"Kayaknya dia stress. Pas ditanya (sebelum gantung diri-red) juga gagu," kata saksi, Murodi kepada wartawan di lokasi, Rabu (28/4/2010).
Menurut penuturan saksi, sekitar pukul 14.00 WIB, korban terlihat mondar-mandir si sekitar lokasi. "Katanya mau cari kontrakan," ujarnya.
Saksi yang saat itu tengah bekerja mengaduk pasir dan koral, tidak menaruh curiga pada korban. Saksi kemudian melanjutkan pekerjaannya memindahkan adukan pasir ke dalam gang.
Sampai akhirnya, sekitar pukul 16.30 WIB, saksi lain bernama Ri'in mendengar suara orang jatuh dengar bunyi yang keras. Saat itu, Ri'in tengah berada di depan rumahnya yang berseberangan dengan lokasi jatuhnya korban.
"Saya lalu ngeliat ke situ (ke arah bunyi)," kata Ri'in.
Namun, setelah di cek, ternyata yang jatuh adalah sesosok pria dengan tinggi badan sekitar 165 cm, mengenakan kaos warna putih dan celana jins warna hitam. Seutas tambang dengan panjang sekitar 45 centimeter masih melilit di leher korban. Ri'in pun terkaget-kaget.
Tidak ada identitas yang tertinggal di baju korban. "Dia bukan warrga sini," terangnya.
Dia lantas memberitahukan perihal temuannya itu ke kepala RW setempat. "Pak RW lalu telpon polisi," tandasnya.
Polisi yang datang beberapa menit kemudian langsung mengevakuasi korban ke RSCM guna otopsi. Sementara belum diketahui apa motif bunuh diri dari pria tersebut.
(mei/gah)











































