Namun para demonstran tidak mengindahkan larangan tersebut. Ratusan demonstran dengan menumpang truk-truk dan motor bergeral ke sebuah pasar di sebelah utara Bangkok.
Pemerintah Thai telah berulang kali menyatakan tak akan mentolerir aksi protes yang dilakukan di luar zona perbelanjaan di Bangkok, yang telah diduduki massa selama sekitar 7 pekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika militer menganggap perlu menggunakan kekerasan untuk menghalangi kami, silakan saja," ujarnya. "Kami tidak takut," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/4/2010).
Pada Selasa, 27 April kemarin, ulah para demonstran menyebabkan penghentian operasi sistem kereta api di Bangkok selama sekitar 4 jam. Akibatnya timbul kekacauan di kalangan para komuter sebab itu terjadi di saat jam sibuk.
Krisis politik di Thailand hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sedikitnya 26 orang telah tewas dan hampir 1.000 orang terluka sejak para demonstran 'Red Shirt' menduduki sejumlah area di Bangkok pada pertengahan Maret lalu. Hotel-hotel bintang lima dan pusat-pusat perbelanjaan telah tutup untuk sementara akibat aksi demonstran tersebut.
(ita/ita)











































