Sekretaris Pengurus Pusat Alumni Unri , Gumpita, mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (28/04/2010) di Pekanbaru. Menurutnya, penempatan Jack Lord sebagai cleaning service harus ditinjau kembali.
Pengurus Alumni Unri juga mendesak agar Kementerian PAN meneliti kembali SK penetapan kerja yang dikeluarkan Kepala Lembaga Pengkajian Mutu Pendidikan (LPMP) di Riau. Mengingat institusi ini tidak di bawah Pemprov Riau, melainkan dalam lingkup Departemen Pendidikan Nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alumni Unri menyanyangkan pihak LPMP Riau yang menempatkan golongan III A sebagai cleaning service. Apa lagi Jack Lord sarjana berprestasi itu sudah diangkat golongan III A sejak dua tahun yang lalu.
"Mungkin kalau masih baru jadi PNS terus jadi tukang sapu kita masih maklumi. Tapi inikan golongan III A sudah berjalan dua tahun. Lagi pula di instansi Pemprov Riau sendiri saat ini, urusan cleaning service sudah dikerjakan oleh pihak rekanan," kata Gumpita.
Dalam masalah Jack Lord ini, kata Gumpita, para pengurus alumni Unri akan segera melakukan koordinasi untuk mengambil sikap atas alumninya yang ditugasnya tidak sesuai dengan kepangkatannya.
"Kita akan membahas masalah Jack ini. Dari sana nantinya kita akan mengetahui langkah apa yang nantinya akan kita lakukan. Yang jelas kami sangat menyayangkan penugasan Jack Lord sebagai tukang sapu dengan kepangkatan sudah III A. Ini jelas tidak pantas," kata Gumpita.
Alumni Unri di Riau memang banyak yang menduduki jabatan penting. Misalnya saja, Gubernur Riau, Rusli Zainal merupakan alumni Fak Ekonomi Unri.
(djo/djo)











































