Sebelumnya pada pekan lalu, pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan untuk tidak berkunjung ke Bangkok, ibukota Thailand. Peringatan itu dikeluarkan menyusul serangkaian serangan granat di Bangkok yang menewaskan 3 orang dan melukai 70-an orang lainnya.
"Imbauan ini mencerminkan peningkatan ketegangan di Thailand dan kekhawatiran kami bahwa insiden-insiden kekerasan yang sifatnya tak bisa diprediksi sedang terjadi di banyak bagian Thailand," demikian pernyataan Kantor Luar Negeri Inggris seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/4/2010).
"Situasi mudah berubah dan kami mengimbau warga negara Inggris di Thailand atau yang berencana untuk bepergian ke negeri itu agar mengecek imbauan perjalanan di situs kedutaan secara reguler untul detail mengenai perkembangan lebih jauh," imbuh Kantor Luar Negeri Inggris.
Bangkok saat ini dalam status keadaan darurat. Para demonstran antipemerintah hingga saat ini terus menduduki sejumlah area di Bangkok dan sekitarnya. Massa pendukung mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra itu telah menggelar aksi demo sejak sekitar enam pekan silam. Para demonstran yang dijuluki sebagai masssa 'Red Shirt' itu menuntut parlemen dibubarkan dan segera diadakan pemilihan umum baru.
Lebih dari 20 orang telah tewas dan hampir 1.000 orang lainnya terluka dalam beberapa insiden kekerasan di Bangkok bulan ini.
(ita/ita)











































