"Tak ada definisi tipe perempuan yang bagaimana yang mengonsumsi gigolo. Belum ada riset ilmiah yang menjelaskan siapakah perempuan-perempuan tersebut. Jadi, bisa saja mereka adalah istri anda," kata psikolog Reza Indragiri Amriel saat berbincang dengan detikcom, Rabu (28/4/2010).
Lebih lanjut dia menjelaskan, selama ini masyarakat menilai pengguna gigolo adalah perempuan mapan dan hiperseks. Padahal, pandangan tersebut hanyalah mitos karena semua tipe perempuan juga mempunyai dorongan seksual yang sama layaknya laki-laki. Terlebih, dengan semakin terbukanya akses informasi tentang kesetaraan gender, perempuan lebih berani memilih pilihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut daftar perceraian di Pengadilan Agama di seluruh Indonesia yang dilansir Mahkamah Agung sejak 2001-2009, peringkat pertama faktor perceraian adalah ketidakharmonisan, kedua kecemburuan dan ketiga baru Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dari 2 faktor pertama tersebut, permintaan perceraian lebih
banyak diajukan oleh perempuan dibanding laki-laki.
"Ternyata bukan KDRT faktor utama. Tapi bisa karena cemburu, tidak harmonis, masalah seks dan sebagainya," pungkasnya.
(asp/anw)











































