Tak Ada Kaitan Industri Pariwisata dengan Industri Seks

Geger Film \'Cowboys in Paradise\'

Tak Ada Kaitan Industri Pariwisata dengan Industri Seks

- detikNews
Rabu, 28 Apr 2010 06:30 WIB
 Tak Ada Kaitan Industri Pariwisata dengan Industri Seks
Jakarta - Film 'Cowboys in Paradise' menggemparkan dunia pariwisata Indonesia di mata dunia. Padahal sebenarnya bisnis pariwisata tidak melulu harus berdampingan dengan industri seks.

"Tak ada kaitannya. Pariwisata ya pariwisata saja. Jika ada yang beranggapan pariwisata selalu berdampingan dengan wisata seks, itu hanyalah mitos. Jadi tidak harus," kata psikolog Reza Indragiri Amriel saat berbincang dengan detikcom, Rabu (28/4/2010).

Dia menyesalkan film itu bisa mencuat. Apalagi, Bali dikenal sebagai daerah yang memiliki adat istiadat dan norma agama yang tinggi. Bahkan, patung-patungnya di beri sarung sebagai simbol penghormatan terhadap kesucian. "Jangan di campuradukkan. Saya sangat tidak setuju jika pariwisata dihubungkan dengan industri seks," tambah pengajar Universitas Bina Nusantara ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Bali digegerkan dengan beredarnya sebuah film dokumenter berjudul 'Cowboys in Paradise'. Film yang beredar melalui internet itu mengisahkan kehidupan para gigolo yang biasa beroperasi di Pantai Kuta. Target para gigolo itu adalah turis wanita asal mancanegera.

"Bali sudah cukup indah tanpa harus ada bisnis gigolo," pungkasnya.

(asp/anw)


Berita Terkait