"Kenapa pilih mal? Karena ke depan ada semacam integrated system. Yang membuat mahasiswa real. Karena di mal kan lengkap ada restoran, ritel, aktivitas yang terkait bisnis pariwisata," kata pengurus sekolah pariwisata yang membuka kampus di Mal Roxy Square, Yohanes Sulistyadi di RoxyΒ Jl Kyai Tapa No. 1, Jakarta Barat, Selasa (27/4/2010).
Menurut Yohanes, selain memenuhi kebutuhan bursa kerja di Jakarta dan dalam negeriΒ permintaan masyarakat internasional cukup tinggi. Dia mencontohkan, pangsa pasar di Timur Tengah membutuhkan setidaknya 50 ribu tenaga kerja di bidang wisata. Di kawasan Eropa untuk bekerja di kapal pesiar dibutuhkan setidaknya 15 ribu tenaga kerja. Belum lagi negara lain seperti Jepang, Hongkong, Amerika Serikat, Australia dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yohanes menambahkan, sekolah pariwisata bukan hanya untuk memenuhi hotel dan restoran saja. Tapi juga di tempat lain seperti kapal pesiar, maskapai penerbangan hingga rumah sakit. Rumah sakit di Indonesia, terutama yang di Jakarta mulai dikelola seperti hotel.
"Sangat strategis dan kalau (alumnus) ingin cepat ke luar negeri, ini pilihan yang tepat," tandasnya.
Mall Roxy Square merupakan salah satu pusat bisnis di kawasan Jakarta Barat. Mall tersebut banyak didominasi pedagang telepon seluler sehingga kawasan ini tersohor sebagai pusat handphone. Tidak jauh dari situ, masih di Jalan Kyai Tapa terdapat pula perguruan tinggi swasta lain yang meramaikan kawasan Roxy hingga Grogol.
(Ari/anw)











































