"Ada orang yang sangat enggan pergi ke laboratorium untuk cek kesehatan. Karena mereka khawatir ketahuan penyakitnya. UN itu sebetulnya laboratoriumnya," kata M Nuh di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (27/4/2010).
Menurut M Nuh, dengan melakukan uji laboratorium maka akan diketahui berbagai macam jenis penyakit yang mengidap di tubuh kita. Apakah kolesterol tinggi, diabetes tinggi, tekanan darah tidak normal dan lain sebagainya.
"Kalau dari cek laboratorium itu ada tekanan darah tidak normal, maka jangan laboratoriumnya yang dikorbankan," imbuhnya.
Nuh mengatakan laboratorium harus tetap didirikan dan harus diperkuat dengan peralatan yang lebih canggih. Bila diketahui hasil tekanan darahnya tinggi, dapat pula diketahui obat apa yang harus diminum.
"Bukan laboratoriumnya yang gagal. Tapi orangnya yang diperbaiki. Syukur itu kalau ketahuan," paparnya.
M Nuh juga meminta agar murid-murid tidak khawatir akan ketidaklulusan dalam menjalankan UN. Pasalnya masih ada kesempatan ujian pengulangan bagi mereka yang tidak lulus pada 10 -14 Mei mendatang.
"Dengan pendekatan 40 ribu anak yang mengulang hanya satu mata pelajaran, menggunakan persentase sekarang, 80 persen. Maka ada 32 ribu yang lulus. Berarti tinggal 120 ribu siswa, turun lagi. Siswa itu pasti punya effort, ikhtiar luar biasa," pungkasnya.
(mpr/anw)











































