Kematian Ferry Yen Tidak Ganggu Proses Penyidikan

Suap Pemilihan DGS BI

Kematian Ferry Yen Tidak Ganggu Proses Penyidikan

- detikNews
Selasa, 27 Apr 2010 21:19 WIB
Jakarta - Pria yang disebut-sebut pembeli traveller's cheque senilai Rp 24 miliar diketahui bernama Ferry Yen alias Suhardi. Keterangannya dinilai sangat penting karena menjadi mata rantai yang menghubungkan uang dengan Nunun Nurbaeti. Sayang, Ferry sudah meninggal dunia.

Juru Bicara KPK Johan Budi memastikan, kematian Ferry tidak akan menghambat proses penyidikan kasus yang melibatkan sejumlah politisi ini. Hanya saja, KPK terpaksa harus kehilangan salah satu saksi penting.

"Tidak sepenuhnya menghambat. Namun memang KPK kehilangan salah satu saksi yang bisa ikut mengungkap atau membuat terang kasus ini," kata Johan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (27/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Johan, informasi tentang kematian Ferry sudah ditelusuri oleh tim penyidik. Ia tidak bisa memastikan apakah sebab-sebab meninggalnya Ferry ada unsur kejanggalan atau tidak. "Wah itu saya tidak tahu," imbuhnya.

Namun, Johan menegaskan, penyidikan terhadap kasus yang melibatkan sejumlah anggota Dewan ini belum berhenti. Pihaknya masih terus mengumpulkan sejumlah bukti untuk menjerat pihak-pihak lain yang terlibat. Termasuk Nunun, yang diduga sebagai 'otak' distribusi cek pelawat tersebut.

"Kasus ini belum selesai. Kita masih terus mengumpulkan dua alat bukti," tegasnya.

Nama Suhardi alias Ferry Yen muncul dalam pengakuan Direktur Keuangan PT First Mujur Plantation & Industry Budi Santoso, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor. Budi menyebut pembelian 480 lembar cek pelawat di Bank Internasional Indonesia melalui Bank Artha Graha atas pesanan Ferry.

Cek itu merupakan pembayaran uang muka pembelian lahan kelapa sawit 5.000 hektare di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Cek-cek itu kemudian mengalir ke tangan para anggota Dewan.

Keterangan Ferry dinilai penting karena bisa menjadi penghubung antara cek dan Nunun Nurbaeti. Sebab, lewat pengakuan anak buah Nunun, Arie Malangjudo, cek-cek tersebut dibagikan atas perintah Nunun.
(mad/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini