"Setiap negara tetangga pasti ada yang konflik, dan itu hal yang lumrah. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan," kata Dirjen Asia Pasifik Kemlu T. M Hamzah Thayeb saat ditemui di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (27/4/2010).
Dia berharap jangan sampai hasil survei internal di kalangan mahasiswa Fisip UI ini justru menjadi penyebab rusaknya hubungan antar kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya pula, soal ribut klaim budaya, dia menjelaskan jangan sampai hal tersebut menjadi penyebab kebencian.
"Kalau soal klaim budaya itu, saya tidak melihat yang begituan. Ramayana dan Mahabharata itu dari India, tapi di Indonesia kan ada yang seperti itu. India enggak ada yang ribut," tutupnya.
Survei UI itu dilakukan pada Februari-Maret 2010. Ada 250 mahasiswa dari 8 jurusan di FISIP yang jadi objek survei. Usia rata-rata mahasiswa itu 17-23 tahun dengan tema survei, "Pengetahuan dan Persepsi Mahasiswa terhadap Komunitas ASEAN 2015".
Saat mahasiswa ditanya negara mana yang paling berpotensi mengancam Indonesia, hasilnya 48 persen mahasiswa menjawab Malaysia. Selain Malaysia, empat negara lainnya yang dipersepsi mahasiswa FISIP UI sebagai ancaman keamanan utama bagi Indonesia adalah Amerika Serikat (27,6 persen), China (12 persen), Australia dan Singapura (masing-masing 3,6 persen).
(ndr/gah)










































