Siap Kerja Sama Berantas Illegal Logging, Menhut Undang Satgas

Siap Kerja Sama Berantas Illegal Logging, Menhut Undang Satgas

- detikNews
Selasa, 27 Apr 2010 17:56 WIB
Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan menyatakan siap bekerja sama dengan aparat hukum dan Satuan Tugas Pemberantasan Pemberantasan Mafia Hukum untuk memberantas illegal logging dan illegal mining di hutan. Menhut mengundang Satgas untuk menyampaikan segala permasalahan itu Rabu 28 April besok.

"Hari Rabu saya akan mengundang Satgas Pemberantasan Mafia pukul 11.30 WIB. Akan ada pertemuan terbuka, kalau ada informasi yang lengkap, sampaikan saja," ujar Menhut Zulkifli Hasan di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/2010).

Zulkifli menambahkan, pihaknya akan menyampaikan data seputar illegal logging dan illegal mining yang dimilikinya. Dia juga meminta apabila ada masyarakat yang mengetahui informasi tentang kedua masalah tersebut bisa menyampaikannya besok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu kalau ada informasi mengenai di mana ada tambang-tambang yang ilegal tolong disampaikan kepada kami. Illegal itu kan banyak sekali. Jelas tambang-tambang yang tidak memiliki izin, seperti di Kaltim, kan banyak. Kemudian kasus perambahan kawasan hutan yang berubah menjadi kebun tanpa izin, kan banyak. Itulah yang nanti kita sampaikan," jelasnya.

Jadi Kemenhut siap bekerja sama untuk mengungkap adanya mafia di bidang illegal logging dan illegal mining?

"Sangat. Justru kita minta. Kita kan sudah ada tim gabungan, polisi, jaksa, KPK, Kehutanan, tambah Satgas lengkaplah itu," jawabnya.

Siapkan Hutan untuk SBY

Zulkifli juga menyambut Presiden SBY yang akan meninjau hutan-hutan di Indonesia, baik yang berubah menjadi rusak atau menjadi lebih baik. Sudah ada 2 tempat yang diusulkan untuk dikunjungi SBY.

"Memang kita usulkan di Hulu Citarum, itu yang rusak berat, yang gunung berubah jadi (ditanami) kentang. Kedua yang tandus itu menjadi hijau di Gunung Kidul," jawabnya sembari menambahkan jadwal kunjungan SBY ke hutan masih disesuaikan.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads