"Saya instruksikan kepada sekolah untuk mengaktifkan yang namanya bimbingan penyuluhan (BP) kemudian ke perguruan tinggi yang punya jurusan psikologi ikut membantu," ujar Nuh.
Hal itu disampaikan Nuh di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/2010).
Menurut Nuh, sekolah diminta tidak ikut terjebak hanya gara-gara satu dua anak stres lantas ujian ulangan dibubarkan. "Nggak usah jauh-jauh, di RS saja ada orang stres bukan berarti RS dibubarkan, kan?" kata dia.
Nuh menambahkan, dengan adanya ujian ulangan, seharusnya anak-anak yang tidak lulus tidak stres. "Beban stres semestinya lebih rendah," imbuh Nuh.
Apakah faktor stres mempengaruhi ketidaklulusan tahun ini? "Saya kira tidak," pungkas dia.
(nik/fay)










































