Juru bicara PBB Susan Manuel mengatakan, beberapa staf asing di kantor PBB di Kandahar telah dipindahkan ke Kabul, ibukota Afghanistan demi keselamatan mereka. Sedangkan para staf warga Afghan telah diperintahkan untuk tetap berada di rumah mereka.
Manuel tidak menyebutkan berapa banyak staf asing yang telah ditarik ke Kabul. "Situasi keamanan telah sampai pada titik di mana kami perlu menarik mereka kemarin," kata Manuel seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (27/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan NATO berencana melancarkan operasi militer besar-besaran dalam beberapa bulan mendatang di Kandahar dan sekitarnya. Operasi itu akan menjadi yang terbesar dalam perang Afghan yang telah berlangsung hampir 9 tahun. Kandahar, kota terbesar di Afghanistan selatan, merupakan basis perlawanan gerakan Taliban.
Operasi militer tersebut diperkirakan akan dimulai pada Juni mendatang. Dalam operasi itu, sekitar 8 ribu tentara AS dan Kanada akan mengamankan daerah-daerah pedesaan di sekitar Kandahar sedangkan 3.500 prajurit AS tambahan yang baru didatangkan ke Afghanistan akan mengamankan daerah-daerah perkotaan bersama sekitar 6.700 polisi Afghan.
Secara keseluruhan, operasi ofensif untuk menghentikan perlawanan Taliban tersebut akan melibatkan sekitar 23 ribu pasukan darat NATO dan polisi Afghan.
(ita/ita)










































