Ada Tawar Menawar 'Harga' dalam Pemenangan Miranda

Suap Pemilihan DGS BI

Ada Tawar Menawar 'Harga' dalam Pemenangan Miranda

- detikNews
Selasa, 27 Apr 2010 16:29 WIB
Ada Tawar Menawar Harga dalam Pemenangan Miranda
Jakarta - Terdakwa kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) BI Hamka Yandhu mengaku ada proses tawar menawar fraksinya dengan Miranda Goeltom. Tawar menawar tersebut terkait jumlah imbalan yang akan diterima jika memilih Miranda.

Pengakuan ini dilontarkan Hamka dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (27/4/2010).

"Apakah untuk kasus Miranda ini ada tawar-menawar?" tanya jaksa Siswanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada," jawab Hamka.

Ketika dipertegas apakah yang dimaksud dengan tawar-menawar tersebut menyangkut jumlah imbalan yang diterima, Hamka secara lugas membenarkan hal tersebut.

"Apakah maksudnya ada barang ada harga?" tanya jaksa.

"Iya begitu," jawab Hamka.

Bahkan, kata Hamka, dalam sebuah rapat fraksi jauh sebelum pemilihan DGS BI dilakukan pada 8 Juli 2004, sempat keluar celetukan dari salah satu anggota fraksi yang memastikan apakah akan ada imbalan terkait dukungan ke Miranda.

"Waktu itu ada yang nyeletuk 'Ada ini-nya nggak?' Tapi semua pada diam saja," cerita Hamka.

Hamka melanjutkan, tawar-menawar imbalan seperti itu sudah menjadi mekanisme yang lumrah saat pemilihan pimpinan lembaga yang menjadi mitra kerja Komisi IX DPR.

"Hal itu biasa," ujarnya.

Adanya imbalan dalam pemilihan deputi gubernur pun menurutnya bukan baru kali ini saja. Dalam pemilihan deputi gubernur sebelimnya, hal serupa juga terjadi.

"Saya pikir pemilihan deputi gubernur BI yang lain juga," aku Hamka.

(Rez/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads