"Di semua tempat pasti ada the good and the bad. Masalahnya cuma prosentasenya, bisa saja lebih yang jahatnya sebagai cermin dari peradaban bangsa kita yang memang masih terbelakang," kata Jimly kepada detikcom, Senin (26/4/2010).
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini mengatakan, praktek suap menyebabkan jaringan mafia sangat mudah berkembang dan memiliki jaringan besar. Hal ini tidak terkecuali terjadi di setiap sektor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
hukum, politik, maupun ekonomi, mulai dari hulu sampai ke hilir," jelasnya.
Jimly menjelaskan, upaya serius harus dilakukan untuk membasmi budaya suap di kalangan penegak hukum. "Kuncinya ada 2 yaitu benahi sistemnya dan tindak para penjahatnya secara simultan," pungkasnya.
Sebelumnya Hotman Paris dalam rubrik Profil New York Times terbitan Sabtu (24/4/2010) berbicara soal kejujuran praktisi hukum di tengah upaya pemberantasan mafia hukum. "Bila saya bilang saya pengacara yang bersih, saya munafik, itu yang saya katakan," ujar Hotman Paris.
(ape/did)











































